Miris! Menu Makan Bergizi Gratis di Tuban Diduga Tak Sesuai Pagu, Wali Murid Mengeluh

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN // Lenterapost.id Pelaksanaan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan tajam. Alih-alih mendapatkan asupan nutrisi seimbang sesuai standar kesehatan dan pagu anggaran yang ditetapkan pemerintah, menu yang diterima siswa di lapangan justru dinilai jauh dari harapan.

Sebuah unggahan di media sosial yang viral memperlihatkan potret memprihatinkan paket MBG yang dibagikan di wilayah Tawangrejo, Sumberagung. Dalam foto tersebut, terlihat menu yang hanya terdiri dari satu butir telur rebus, sepotong roti kemasan, dan beberapa butir kurma.

Dugaan Ketidaksesuaian Anggaran

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini memicu gelombang kritik dari masyarakat dan wali murid. Berdasarkan estimasi harga pasar, komponen menu tersebut diduga kuat tidak mencapai platform pagu standar yang telah dialokasikan untuk setiap porsinya.

Telur rebus: Estimasi Rp2.000 – Rp2.500

Roti kemasan: Estimasi Rp2.000 – Rp3.000

Kurma (isi sedikit): Estimasi Rp1.000 – Rp2.000

Masyarakat mempertanyakan selisih anggaran yang cukup besar antara nilai kontrak per porsi dengan realita fisik makanan yang diterima anak-anak di sekolah.

Keresahan Wali Murid

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat miris melihat kondisi ini.

“Kami sangat berharap anak-anak mendapatkan gizi yang layak. Tapi kalau cuma telur dan roti seperti ini, di mana letak gizi seimbangnya? Ini jauh dari kata memadai untuk menunjang pertumbuhan anak,” keluhnya.

Keresahan ini tidak hanya terjadi di satu desa. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa fenomena serupa diduga terjadi di beberapa daerah lain di wilayah Kabupaten Tuban. Masyarakat mendesak adanya transparansi dan pengawasan ketat dari instansi terkait agar program nasional ini tidak dijadikan ajang mencari keuntungan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Desakan Audit

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan setempat untuk segera melakukan evaluasi dan audit terhadap vendor atau pihak penyedia makanan.

Pengawasan di tingkat bawah harus diperketat untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari uang negara benar-benar berubah menjadi nutrisi berkualitas bagi generasi masa depan Tuban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 
Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya
Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
“Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif”  .
Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:15 WIB

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:15 WIB

Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:11 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:50 WIB

YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:48 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru