Menu MBG Disorot: Wali Murid Sebut “Pakan Ayam”, BGN Didesak Tutup SPPG Nakal

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG(lenterapost.id) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke MTsN 1 Sampang justru memicu gelombang kecaman dari wali murid. Menu yang diterima siswa dinilai tidak layak konsumsi, minim porsi, serta jauh dari standar gizi yang menjadi ruh utama program nasional tersebut. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan serius di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumat (30/1/2026).

Berdasarkan dokumentasi foto serta keterangan wali murid yang diterima redaksi, menu MBG tampak hanya berisi makaroni rebus yang menggumpal dengan suwiran ayam dalam jumlah sangat terbatas, tahu goreng berbalut tepung yang dipotong kecil-kecil, serta sayuran berupa kacang panjang dan wortel dalam porsi minimal. Secara visual maupun kuantitas, menu tersebut dinilai tidak proporsional untuk memenuhi kebutuhan gizi anak usia sekolah.

Salah satu wali murid, Wirno, mengaku terkejut sekaligus kecewa setelah melihat langsung makanan yang dibawa pulang anaknya. Ia menilai menu MBG tersebut tidak hanya mengecewakan, tetapi mencederai makna “bergizi” yang selama ini dikampanyekan pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dilihat langsung, ini jelas bukan makan bergizi. Jujur saja, tampilannya seperti pakan ayam. Ayamnya disuwir kecil-kecil seperti semut, makaroninya direbus asal, sayurnya cuma hitungan potong, tahu kecil seperti uang koin. Ini tidak pantas untuk anak sekolah,” tegas Wirno.

Menurutnya, kualitas menu yang buruk itu menguatkan dugaan adanya SPPG yang bekerja tidak profesional, abai terhadap standar gizi, dan hanya berorientasi pada keuntungan semata.

“Program MBG ini dananya besar dan niatnya sangat baik. Tapi kalau pelaksananya seperti ini, Badan Gizi Nasional (BGN) tidak boleh lunak. SPPG yang nakal harus dihentikan dan izinnya dicabut. Jangan dibiarkan merusak program strategis negara,” lanjutnya.

Wirno menegaskan, pembiaran terhadap kualitas makanan yang buruk bukan hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi mengorbankan kesehatan serta tumbuh kembang generasi muda. Ia mendesak BGN tidak berhenti pada pembinaan administratif, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh disertai sanksi tegas bagi penyedia yang terbukti melanggar standar.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak penyedia MBG. Sementara itu, Kepala MTsN 1 Sampang belum memberikan keterangan resmi meski telah dihubungi terkait polemik tersebut.

Publik kini menanti sikap tegas Badan Gizi Nasional, agar program MBG tidak disusupi praktik curang, serta benar-benar dijalankan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan demi melindungi hak dan kesehatan peserta didik.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Bayi Tewas Mengenaskan Dihentikan, SP3 Polres Bangkalan Digugat di PN
Solar Subsidi Bocor, Polres Sumenep Dinilai Lamban Tetapkan Tersangka
Jejak Digital Berseberangan dengan Rilis Resmi, Penanganan Etik Brigadir Ayu di Polres Sampang Dipertanyakan
“Izin Tak Jelas, Royalti Tak Beres: Konser Valen di Sampang Terancam Dibubarkan”
Barang Bukti Diamankan, Terduga Bandar Kabur, Polres Sampang Bungkam Soal Status Perempuan
Sidang Praperadilan Bangkalan: Hakim Nilai Propam Polres Tak Mandiri Tangani Perkara
“Dakwaan Mengguncang Tipikor Surabaya: Proyek Lapen Sampang Diduga Direkayasa Berjamaah”
Rakerda Organisasi Iwo di Batu Kota Malang Jawa Timur
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:10 WIB

Kasus Bayi Tewas Mengenaskan Dihentikan, SP3 Polres Bangkalan Digugat di PN

Minggu, 1 Februari 2026 - 07:18 WIB

Solar Subsidi Bocor, Polres Sumenep Dinilai Lamban Tetapkan Tersangka

Sabtu, 31 Januari 2026 - 18:28 WIB

Jejak Digital Berseberangan dengan Rilis Resmi, Penanganan Etik Brigadir Ayu di Polres Sampang Dipertanyakan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:22 WIB

“Izin Tak Jelas, Royalti Tak Beres: Konser Valen di Sampang Terancam Dibubarkan”

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:25 WIB

Barang Bukti Diamankan, Terduga Bandar Kabur, Polres Sampang Bungkam Soal Status Perempuan

Berita Terbaru