Pastikan Setiap Bata Bermakna, Pabandya Bakti Sterdam V/Brawijaya Tinjau Langsung TMMD ke-127 di Wonosari

- Penulis

Jumat, 6 Maret 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di bawah langit cerah suasana Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3/2026), terasa lebih hidup. Di antara tumpukan bata merah, tumpahan semen basah, dan aroma tanah basah setelah hujan ringan, sekelompok prajurit TNI berpakaian loreng hijau berbaur dengan warga. Mereka bukan sekadar tamu; mereka adalah bagian dari gotong royong yang sedang membangun harapan baru bagi desa ini.Letkol CAJ Nurhasim, Pabandya Bakti Sterdam V/Brawijaya, tiba di lokasi pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 yang digelar oleh Kodim 0819/Pasuruan. Dengan langkah tegap, ia berjalan menyusuri area proyek mulai dari rumah-rumah yang sedang direhabilitasi hingga fondasi infrastruktur yang sedang dikerjakan. Peninjauan ini bukan rutinitas biasa, melainkan upaya memastikan setiap sasaran fisik berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.“TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur,” tegas Letkol CAJ Nurhasim saat berbincang dengan tim satgas dan warga. “Ini tentang membangun kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin hasil pekerjaan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya selesai di atas kertas.”

Di lapangan, terlihat prajurit TNI berdiri di halaman rumah bergaya minimalis berwarna putih dengan atap merah gelap, dikelilingi pepohonan hijau lebat. Di sisi lain, ada pula tim yang sedang berdiskusi di depan rumah kuning cerah dengan pekerjaan renovasi yang sedang berlangsung lengkap dengan perancah besi, ember cat, dan tumpukan material. Semua itu mencerminkan progres nyata rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi beberapa keluarga, perbaikan fasilitas umum seperti MCK, serta peningkatan akses jalan desa.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0819/Pasuruan, Kapten Arh. Nurhidayat, menjelaskan pendekatan yang diambil satgas. “Kami tidak hanya mengejar target penyelesaian, tapi memastikan prosesnya melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya. “Dengan begitu, rasa memiliki tumbuh, dan hasil pembangunan bisa dirawat bersama-sama oleh warga desa.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program TMMD ke-127 ini, yang berlangsung sejak awal Februari hingga Maret 2026, memang dirancang untuk menyentuh aspek paling dasar kehidupan warga pedesaan. Di Desa Wonosari, satgas tidak hanya membangun dinding dan atap baru bagi keluarga-keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah reyot, tapi juga memperkuat ikatan sosial melalui kerja bakti bersama. Warga ikut naik tangga bambu, mengaduk semen, hingga memasang resplangsemua dilakukan dengan semangat gotong royong di bawah terik matahari.

Kehadiran Letkol CAJ Nurhasim di tengah hiruk-pikuk proyek ini menjadi pengingat bahwa program TMMD adalah wujud nyata komitmen TNI AD untuk hadir di tengah masyarakat, terutama di daerah yang membutuhkan percepatan pembangunan. Saat meninggalkan lokasi, ia menyempatkan diri berfoto bersama prajurit dan warga, seolah menegaskan: pembangunan ini milik bersama, dan keberhasilannya ditentukan oleh kolaborasi yang erat.

Dengan progres yang terus dipantau ketat, TMMD ke-127 di Pasuruan diharapkan tak hanya meninggalkan infrastruktur baru, tapi juga semangat kebersamaan yang lebih kuat sebuah warisan abadi bagi Desa Wonosari dan sekitarnya.

Redaksi//

Lenterapost.id 

Investigasi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 
Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya
Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
“Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif”  .
Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:15 WIB

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:15 WIB

Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:11 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:08 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:48 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru