“Pabrik Rokok Ilegal Diduga Kebal Hukum di Sampang, Warga Minta Penindakan Nyata”

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (lenterapost.id) – Dugaan praktik industri rokok ilegal di Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, kini tak lagi sekadar isu pinggiran. Aktivitas sebuah pabrik rokok yang disebut-sebut milik CV Hanadi Jaya justru kian berani beroperasi, memicu kemarahan warga sekaligus mempertanyakan ketegasan aparat.

Pabrik tersebut diduga memproduksi rokok merek OGold dan L300 tanpa pita cukai resmi—sebuah praktik yang secara terang-terangan merugikan negara dan mencederai hukum. Informasi yang dihimpun menyebutkan, produksi dan distribusi rokok ilegal ini bukan berlangsung sesaat, melainkan sudah berjalan cukup lama dan diduga beredar luas hingga ke luar daerah.

Ironisnya, di tengah potensi keuntungan besar yang dihasilkan, warga sekitar justru tak merasakan dampak positif sedikit pun. Harapan akan terbukanya lapangan kerja lokal pupus—operasional pabrik disebut lebih banyak mengandalkan mesin dan tenaga kerja dari luar daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada manfaatnya sama sekali untuk warga sini. Yang kerja juga bukan orang Tambelangan,” ungkap seorang warga dengan nada kecewa.

Kekecewaan itu berubah menjadi penolakan. Warga menilai keberadaan pabrik bukan hanya tidak memberi kontribusi ekonomi, tetapi juga membawa dampak negatif dan keresahan di lingkungan mereka.

“Kami tidak butuh pabrik seperti ini kalau hanya merugikan dan tidak ada kontribusi untuk masyarakat,” tegas warga lainnya.

Sorotan kini mengarah ke aparat penegak hukum, khususnya Bea Cukai, yang dinilai harus segera turun tangan. Warga mendesak adanya langkah konkret—bukan sekadar pemantauan, tetapi penindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran hukum yang terjadi secara terang-terangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Hanadi Jaya belum dapat dikonfirmasi karena tidak tersedianya akses kontak resmi. Sementara itu, pihak Humas Bea Cukai juga belum memberikan tanggapan, diduga karena bertepatan dengan hari libur.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi otoritas terkait: apakah negara akan terus membiarkan praktik rokok ilegal menggerogoti penerimaan dan merusak tatanan hukum, atau justru menunjukkan taringnya melalui tindakan tegas tanpa kompromi.

Jika dibiarkan, bukan hanya negara yang dirugikan—kepercayaan publik pun ikut dipertaruhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sunyi,Sore, dan Busuk: Dugaan Skandal Distribusi MBG Tanggumong #004 Terkuak”
Bayang-Bayang “Nofi” di Balik Sidang Korupsi PEN Sampang, Dugaan Pengkondisian BAP Menguat
“Demi Target, Abaikan Kesehatan? Susu MBG Diduga Berulat Tetap Disalurkan ke Siswa”
KASUS ROKOK ILEGAL JUMBO,POLRS SAMPANG LIMPAHKAN-PUBLIK CURIGA ADA YANG TAK DI USUT
SKANDAL BESAR PAPUA BARAT! TAMBANG ILEGAL MERAJALELA — DIDUGA ADA KEKUATAN BESAR DI BELAKANG!
“Silaturahmi Berujung Kekerasan, Wartawan Jadi Korban Arogansi Oknum Kiai”
KJJT Sampang Dukung Penuh Penunjukan Nor Arif Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum
“Komitmen Tanpa Celah, Rutan Sampang Perketat Pengawasan Lewat Razia dan Tes Urin Massal”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:55 WIB

“Sunyi,Sore, dan Busuk: Dugaan Skandal Distribusi MBG Tanggumong #004 Terkuak”

Minggu, 19 April 2026 - 10:38 WIB

“Pabrik Rokok Ilegal Diduga Kebal Hukum di Sampang, Warga Minta Penindakan Nyata”

Jumat, 17 April 2026 - 15:11 WIB

Bayang-Bayang “Nofi” di Balik Sidang Korupsi PEN Sampang, Dugaan Pengkondisian BAP Menguat

Jumat, 17 April 2026 - 00:46 WIB

“Demi Target, Abaikan Kesehatan? Susu MBG Diduga Berulat Tetap Disalurkan ke Siswa”

Kamis, 16 April 2026 - 15:48 WIB

KASUS ROKOK ILEGAL JUMBO,POLRS SAMPANG LIMPAHKAN-PUBLIK CURIGA ADA YANG TAK DI USUT

Berita Terbaru