Sampang (lenterapost.id) – Polemik penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang kembali mencuat. Kali ini terjadi di SMKN 1 Sampang yang berlokasi di Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Senin (16/3/2026)

Pihak sekolah menyatakan penolakan terhadap penyaluran MBG setelah merasa dipermainkan oleh pihak penyelenggara distribusi. Pasalnya, sebelumnya pihak sekolah telah menerima informasi dari SPPG Sampang Dalpenang bahwa MBG akan disalurkan pada pukul 09.00 WIB. Namun hingga waktu yang ditentukan, makanan yang dijanjikan tidak kunjung datang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak pagi hari, para siswa SMKN 1 Sampang sudah menunggu dengan penuh harapan untuk menerima program tersebut. Akan tetapi hingga menjelang siang, distribusi MBG tak kunjung terealisasi.
Sementara itu Kaspek SMKN 1 saat dikonfirmasi oleh tim Media menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat pihak sekolah merasa seolah “diprank” oleh pihak penyalur.
“Sekolah merasa diprank. Kami diminta mengambil MBG jam 9 pagi, tapi ternyata tidak datang. Saat ditanya kepala sekolahnya kapan MBG datang, dijawab belum tahu kapan,” ujarnya.
Karena para siswa sudah terlanjur pulang setelah menunggu cukup lama, pihak sekolah akhirnya mengambil langkah untuk menutup akses masuk sekolah.
“Karena siswa sudah pulang, akhirnya pihak sekolah menutup dan mengunci pagar sekolah,” tambahnya.
Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa yang sebelumnya berharap mendapatkan program MBG tersebut. Pihak sekolah berharap ke depan koordinasi terkait penyaluran program dapat dilakukan lebih jelas dan tepat waktu agar tidak menimbulkan harapan yang berujung kekecewaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG Sampang Dalpenang yang dinaungi oleh Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Grup.,terkait keterlambatan maupun tidak terealisasinya penyaluran MBG di SMKN 1 Sampang tersebut.













