Sampang, lenterapost.id – Polemik proyek saluran irigasi HIPPA Batu Mas Jaya di Dusun Tlagah, Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, kembali mendapat sorotan serius.
Asisten Tenaga Ahli BBWS Asta Madura, Hasan, menegaskan bahwa masalah ini belum berakhir, meski pihak pelaksana sebelumnya telah berjanji akan melakukan perbaikan.
“Intinya sudah saya sampaikan, diperbaiki atau tidak nanti akan tetap diklarifikasi lagi, yang penting sudah saya teruskan ke Balai, tinggal menunggu saja,” tegas Hasan. Kamis (28/08)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa laporan resmi sudah berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Jawa Timur, sehingga setiap perkembangan tidak bisa lagi diabaikan.
Hasan menambahkan, klarifikasi akan dilakukan untuk memastikan apakah komitmen perbaikan benar-benar dijalankan sesuai petunjuk teknis (juknis) atau hanya sekedar janji di atas kertas.
Dengan pernyataan ini, publik kini menunggu langkah konkret dari BBWS Brantas Jatim, sebab, hingga kini kondisi fisik proyek senilai Rp195 juta tersebut masih menunjukkan banyak kejanggalan, terutama ketiadaan pondasi dan ketidaksesuaian tinggi bangunan yang sudah diprotes warga sejak awal.
Hasan menegaskan, bila hasil klarifikasi menunjukkan tidak ada perbaikan signifikan, maka proyek tersebut wajib dibongkar ulang dan disesuaikan dengan juknis. “Kalau tetap salah, ya harus diperbaiki, tidak ada alasan,” ujarnya.
Pernyataan Hasan ini menutup ruang kompromi bagi pihak pelaksana. Artinya, jika pembongkaran tidak segera dilakukan, laporan masyarakat berpotensi ditindaklanjuti lebih jauh hingga masuk ranah hukum, mengingat proyek tersebut menggunakan uang negara.













