SKANDAL LAPEN Rp12 M TERKUAK: Orang Dekat Bupati Disebut Mainkan Jatah Proyek di Ruang Sidang

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya (lenterapost.id) – Sidang kelima perkara dugaan korupsi proyek rehabilitasi jalan lapen DID II Kabupaten Sampang Tahun Anggaran 2020 senilai sekitar Rp12 miliar kembali memunculkan fakta krusial di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Rabu (25/2/2026). Perkara yang sebelumnya dilaporkan LSM Lasbandra ke Polda Jatim ini kian membuka tabir dugaan permainan proyek di lingkar kekuasaan daerah.

Jaksa menghadirkan lima saksi, termasuk Muhammad Hafi yang saat proyek berjalan menjabat Plt Kepala Dinas PUPR Sampang. Di hadapan majelis hakim, Hafi menegaskan dirinya tidak terlibat dalam perencanaan teknis maupun penentuan rekanan proyek.

“Saya dipanggil ke rumah dinas Bupati Sampang pada November 2020 untuk membahas proyek, tetapi tidak menyusun perencanaan atau menentukan CV pelaksana,” ujarnya di persidangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persidangan mulai menghangat ketika nama Novi mencuat. Hafi menyebut Novi merupakan pihak swasta, bukan ASN, namun diduga ikut mengatur pembagian jatah proyek.

“Sejumlah CV diajukan oleh M Hasan Mustofa dan Syahron Wiami sebagai pelaksana proyek yang sudah disetujui oleh Novi, orang dekat Bupati Sampang,” terang Hafi.

Keterangan tersebut menjadi sorotan karena berpotensi menyeret pihak di luar struktur resmi pemerintahan dalam pusaran perkara. Sejumlah saksi lain turut memaparkan aspek administrasi anggaran, pengawasan internal, serta penyusunan dokumen teknis guna mengurai konstruksi perkara dan porsi tanggung jawab masing-masing pihak.

Kuasa hukum terdakwa Hasan Mustofa, Wahyu Dhita Putranto SH MH dan Rosadin SH MH, menilai keterangan para saksi justru berbanding terbalik dengan versi kliennya.

“Penyebutan nama Novi serta adanya peran Bupati menjadi perhatian serius bagi kami,” tegas Wahyu. Pihaknya juga menyoroti Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut Novi menerima sejumlah uang dan memastikan akan mendalami hal tersebut pada sidang lanjutan.

Dihimpun dari berbagai sumber, Surya Nofiantoro diketahui menjabat Ketua Partai NasDem Kabupaten Sampang dan disebut sebagai pihak swasta yang memiliki kedekatan dengan Bupati Sampang. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Novi maupun Bupati terkait penyebutan nama mereka di persidangan.

Sidang lanjutan diperkirakan masih akan membuka fakta baru seiring pendalaman peran para pihak dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Sunyi,Sore, dan Busuk: Dugaan Skandal Distribusi MBG Tanggumong #004 Terkuak”
“Pabrik Rokok Ilegal Diduga Kebal Hukum di Sampang, Warga Minta Penindakan Nyata”
Bayang-Bayang “Nofi” di Balik Sidang Korupsi PEN Sampang, Dugaan Pengkondisian BAP Menguat
“Demi Target, Abaikan Kesehatan? Susu MBG Diduga Berulat Tetap Disalurkan ke Siswa”
KASUS ROKOK ILEGAL JUMBO,POLRS SAMPANG LIMPAHKAN-PUBLIK CURIGA ADA YANG TAK DI USUT
SKANDAL BESAR PAPUA BARAT! TAMBANG ILEGAL MERAJALELA — DIDUGA ADA KEKUATAN BESAR DI BELAKANG!
“Silaturahmi Berujung Kekerasan, Wartawan Jadi Korban Arogansi Oknum Kiai”
KJJT Sampang Dukung Penuh Penunjukan Nor Arif Prasetyo Sebagai Plt Ketua Umum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 07:55 WIB

“Sunyi,Sore, dan Busuk: Dugaan Skandal Distribusi MBG Tanggumong #004 Terkuak”

Minggu, 19 April 2026 - 10:38 WIB

“Pabrik Rokok Ilegal Diduga Kebal Hukum di Sampang, Warga Minta Penindakan Nyata”

Jumat, 17 April 2026 - 15:11 WIB

Bayang-Bayang “Nofi” di Balik Sidang Korupsi PEN Sampang, Dugaan Pengkondisian BAP Menguat

Jumat, 17 April 2026 - 00:46 WIB

“Demi Target, Abaikan Kesehatan? Susu MBG Diduga Berulat Tetap Disalurkan ke Siswa”

Kamis, 16 April 2026 - 15:48 WIB

KASUS ROKOK ILEGAL JUMBO,POLRS SAMPANG LIMPAHKAN-PUBLIK CURIGA ADA YANG TAK DI USUT

Berita Terbaru