Komentar TikTok Viral 31 Ribu Tayangan Bongkar Dugaan Permainan Mafia BBM: “Jika Uang Bicara, Semua Terkendali

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Lenterapost

Manado / Sulawesi Utara, 30 Desember 2025 — Media sosial kembali menjadi cermin telanjang bobroknya penegakan hukum. Sebuah komentar viral di TikTok dengan akun @ava16Februari, yang telah ditonton lebih dari 31 ribu kali, memicu kemarahan publik terkait dugaan keberadaan gudang penimbunan BBM solar bersubsidi ilegal yang diduga milik bigbos berinisial Frenli.

Komentar tersebut berbunyi:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “biarle nmo sebar sampe di ujung dunia ttp nda m untung jika uang berbicara semua terkendali”

Pernyataan ini dinilai publik sebagai pengakuan sinis sekaligus tamparan keras terhadap wajah hukum di negeri ini. Kalimat singkat tersebut seolah menegaskan keyakinan bahwa kebenaran bisa dikubur, hukum bisa dikendalikan, dan keadilan bisa dibeli.

Kasus dugaan gudang BBM solar subsidi ilegal yang sebelumnya ramai diberitakan, kini kembali menguat setelah komentar viral ini menyebar luas, menimbulkan pertanyaan besar:
Mengapa kasus sebesar ini seperti menguap? Siapa yang melindungi?

Aktivis dan masyarakat sipil menilai komentar tersebut bukan sekadar ocehan warganet, melainkan refleksi keputusasaan publik terhadap aparat penegak hukum (APH) yang dinilai gagal menunjukkan ketegasan dalam memberantas mafia BBM subsidi.

“Jika benar ‘uang berbicara dan semua terkendali’, maka yang dikendalikan bukan hanya kasus, tetapi juga masa depan rakyat kecil yang seharusnya menikmati hak atas BBM subsidi,” ujar salah satu aktivis anti-mafia BBM di Sulawesi Utara.

BBM solar subsidi adalah hak rakyat, bukan komoditas yang boleh dijarah oleh segelintir bigbos dengan jaringan kuat. Penimbunan dan distribusi ilegal bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan ekonomi terorganisir yang merampas hak nelayan, petani, dan masyarakat kecil.

Publik kini menunggu sikap tegas Polri, Kejaksaan, dan Kementerian ESDM, termasuk:

1. Membuka kembali dan mengusut tuntas dugaan gudang BBM solar subsidi ilegal

2. Memeriksa pihak-pihak yang diduga sebagai pemilik dan backing

3. Menjelaskan kepada publik mengapa kasus ini terkesan mandek

Jika aparat kembali memilih diam, maka komentar viral tersebut akan berubah dari sekadar sindiran menjadi vonis moral rakyat terhadap institusi penegak hukum.

“Ketika hukum kalah oleh uang, maka media sosial menjadi pengadilan terakhir rakyat,” tegas pernyataan sikap masyarakat sipil.

Rilis ini menegaskan: kebenaran tidak akan mati hanya karena uang berbicara. Semakin dibungkam, semakin keras suara publik akan melawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya
Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
“Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif”  .
Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan
PRESTASI TINGKAT NASIONAL: KOTA BITUNG RAIH PERINGKAT PERTAMA PENGENDALIAN INFLASI SE-INDONESIA, BUKTI KINERJA UNGGUL PEMERINTAH DAERAH
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:15 WIB

Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:11 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:08 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:50 WIB

YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:15 WIB

“Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif”  .

Berita Terbaru