Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN (lenterapost.id) – Polemik internal yang terjadi di SMK Kesehatan Nusantara kini berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan ratusan siswa. Sejak gedung sekolah disegel secara sepihak pada Senin (11/5/2026), kegiatan belajar mengajar terpaksa dialihkan secara daring.

Penyegelan tersebut diduga dilakukan oleh mantan bendahara yayasan sekaligus mantan ketua Yayasan Kunci Ilmu berinisial “AN”, yang juga disebut merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya.

Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud, mengatakan keputusan belajar daring dilakukan demi menjaga keberlangsungan pendidikan siswa di tengah situasi yang memanas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat penyegelan itu, sementara kegiatan belajar mengajar kami lakukan secara daring agar proses pendidikan tetap berjalan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurut Mahfud, pihak yang melakukan penyegelan saat ini sudah tidak lagi menjabat dalam struktur yayasan, meski mengklaim tanah lokasi sekolah sebagai milik pribadi.

Situasi semakin menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya empat siswa penghuni asrama yang sempat terkunci di dalam area sekolah saat penyegelan berlangsung.

“Mereka mengaku ketakutan dan menangis. Untuk keluar, mereka harus melompati pagar,” katanya.

Pihak sekolah mengaku telah berupaya membuka komunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan, namun hingga kini belum ditemukan titik temu.

Demi menjaga stabilitas pendidikan serta nasib ratusan siswa dan guru, pihak sekolah berencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dan meminta perhatian pemerintah daerah.

Selain melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum, pihak sekolah juga meminta Pemerintah Kabupaten Pamekasan dan DPRD Kabupaten Pamekasan untuk memfasilitasi audiensi guna mencari solusi terbaik atas konflik yang terjadi.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat dan menambah panas dinamika dunia pendidikan di Kabupaten Pamekasan.reporter (Rina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Vonis Tipikor Belum Sentuh Aktor Utama, Kasus Korupsi Lapen Sampang Kembali Memanas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru