SAMPANG (lenterapost.id) — Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Kusuma bangsa–Kedungdung, Kabupaten Sampang yang menelan anggaran miliaran rupiah kini menjadi sorotan tajam publik. Proyek yang berada di bawah pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang itu justru bermasalah meski baru seumur jagung.
Belum lama rampung dikerjakan, sejumlah lampu penerangan di jalur tersebut dilaporkan sudah tidak berfungsi alias mati total. Bahkan, sedikitnya enam titik lampu dilaporkan padam, dan yang paling mengkhawatirkan berada persis di tikungan tajam yang rawan kecelakaan.
Kondisi ini membuat ruas jalan kembali gelap saat malam hari. Padahal jalur Kusuma bangsa–Kedungdung merupakan salah satu akses yang cukup ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alih-alih memberikan rasa aman bagi pengendara, padamnya lampu di sejumlah titik justru dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama di area tikungan tajam yang sangat membutuhkan penerangan maksimal.
Situasi tersebut memicu kritik dari berbagai kalangan, termasuk aktivis masyarakat Sampang yang menilai Dishub sebagai instansi teknis harus bertanggung jawab terhadap kualitas dan pengawasan proyek tersebut.
Aktivis masyarakat Sampang, mempertanyakan keseriusan pengawasan dari pihak Dishub terhadap proyek yang menghabiskan anggaran besar itu.
“Ini proyek anggarannya miliaran rupiah, tapi baru seumur jagung sudah ada enam titik lampu mati, bahkan di tikungan tajam. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana pengawasan dari Dishub terhadap proyek ini?” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, Dishub tidak bisa sekadar menunggu laporan masyarakat jika fasilitas publik yang berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan sudah bermasalah.
“Dishub harus turun langsung mengecek. Jangan sampai proyek sebesar ini dibiarkan begitu saja ketika sudah mulai bermasalah. Ini menyangkut keselamatan masyarakat di jalan,” tegasnya.
Ia juga mendesak agar Dishub segera melakukan evaluasi terhadap proyek tersebut serta memanggil kontraktor pelaksana jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kalau memang kualitas pekerjaannya tidak sesuai, kontraktor harus bertanggung jawab. Jangan sampai proyek miliaran rupiah hanya jadi pajangan tanpa manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Darat Dishub Kabupaten Sampang, Khatibul Umam, saat dikonfirmasi tim media ini melalui pesan singkat WhatsApp hanya memberikan tanggapan singkat.
“Baik pak, biar dicek rekan-rekan pak,” tulisnya.
Jawaban tersebut justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, mengingat proyek dengan nilai anggaran besar seharusnya mendapat pengawasan serius dari instansi teknis terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dishub maupun kontraktor pelaksana terkait penyebab padamnya lampu PJU di jalur tersebut. Sementara masyarakat berharap Dishub segera mengambil langkah cepat sebelum kondisi ini memicu kecelakaan di titik-titik rawan.













