Tulang Bawang – Pelaksanaan proyek pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Medasari mulai menuai pertanyaan dari warga setempat.

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang bawang ( Lenterapost.id )  Pasalnya, papan informasi yang terpampang di lokasi proyek dianggap tidak transparan karena tidak mencantumkan detail nilai anggaran dan sumber pendanaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, papan informasi tersebut hanya bertuliskan “Lokasi Ini Akan Dibangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih Medasari” tanpa rincian teknis sebagaimana lazimnya proyek fisik yang menggunakan anggaran negara atau dana desa.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transparansi Jadi Pertanyaan

Ketidakhadiran informasi mengenai besaran anggaran, kontraktor pelaksana, serta durasi pengerjaan memicu spekulasi terkait kepatuhan terhadap prinsip keterbukaan informasi publik.

 

“Kami mendukung adanya koperasi desa, tapi sebagai warga kami berhak tahu berapa biaya yang dihabiskan dan dari mana sumber dananya, apakah dari Dana Desa atau hibah lainnya,” ujar salah seorang warga yang melintas, namun dia tidak mau di sebutkan nama nya.

Aturan Papan Informasi Proyek Sesuai dengan semangat Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap proyek yang melibatkan anggaran publik wajib memasang papan pengumuman yang informatif.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat melakukan pengawasan secara langsung terhadap jalannya pembangunan di daerah mereka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Koperasi Desa Merah Putih maupun otoritas desa terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai alasan tidak dicantumkannya rincian anggaran pada papan proyek tersebut. Masyarakat berharap pihak terkait segera melengkapi informasi tersebut guna menghindari kesan proyek “siluman” dan menjaga kepercayaan warga.

Redaksi//

Lenterapost.id 

Penulis Berita Jun 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 
Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya
Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar
LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan
YBH PEGASUS DAN TIM SATUAN KHUSUS AMBIL SIKAP TEGAS TERHADAP JAGAL AYAM YANG DIDUGA ILEGAL
USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA
“Publik bertanya-tanya sampai dimana proses pelaporan LSM Teropong terkait penimbunan tanah pertanian produktif”  .
Diduga Tanah Pengairan Diperjualbelikan, Warga Minta Aparat Lakukan Penyelidikan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:15 WIB

Diduga Oknum Bapenda kabupaten Malang Mengambil Alih Lahan Parkir Dari Dishub 

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:15 WIB

Momen Haru Hari Lingkungan Hidup Sedunia: DPW Komnas PPLH Jatim Resmi Kukuhkan Pengurus DPD Kabupaten Madiun Raya

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:11 WIB

Kades Kidal dan Perangkat Diduga Kongkalikong Rekayasa Dokumen Tanah Ibu Ila demi Hasanah Terbongkar

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:08 WIB

LBH Maskar Indonesia Soroti Dugaan Pemanfaatan Tanah Pengairan di Mekarmaya, Minta Pemerintah dan APH Bertindak Transparan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:48 WIB

USAHA PEMOTONGAN AYAM DI RANGON GENTENG WETAN DIDUGA BELUM LENGKAP IZIN, JADI SOROTAN WARGA

Berita Terbaru