“Asmara Gelap ASN Dibekingi Diamnya Institusi, Dinas Kesehatan Sampang Dituding Pelihara Aib”

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (lenterapost.id) – Dugaan hubungan terlarang yang menyeret oknum ASN kesehatan di Kabupaten Sampang bukan sekadar pelanggaran pribadi, melainkan bukti telanjang runtuhnya otoritas birokrasi dalam menjaga etika aparatur negara. Ketika ASN bermain asmara di luar batas moral, birokrasi tidak hadir sebagai penegak disiplin—melainkan memilih bersembunyi, membisu, dan pura-pura tidak tahu. Ini bukan kelalaian biasa, ini kegagalan struktural, jum’at 9-1-2026.

Kasus ini mencuat setelah SA, seorang warga, membuka tabir dugaan komunikasi gelap antara istrinya—oknum ASN kesehatan—dengan pria berinisial SY. Percakapan berlangsung intens, tersembunyi, dan berkepanjangan. Pola ini tidak mungkin terjadi tanpa satu keyakinan berbahaya: bahwa institusi tempat sang ASN bekerja terlalu lemah, terlalu lamban, atau terlalu pengecut untuk bertindak tegas.

Fakta-fakta lapangan memperkuat dugaan tersebut. Kendaraan milik oknum ASN berulang kali terpantau berada di lokasi yang sama dengan pria dimaksud, termasuk di sebuah perumahan di Kecamatan Torjun. Klimaksnya, pada akhir Desember 2025, yang bersangkutan didapati berada dalam satu rumah bersama pria lain tanpa kehadiran pihak ketiga. Dalam standar etika ASN, ini bukan wilayah tafsir—ini pelanggaran terang-benderang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang paling memalukan bukan semata dugaan perbuatan oknum, melainkan reaksi birokrasi yang nyaris nihil. Institusi kesehatan Sampang, yang seharusnya menjadi simbol kedisiplinan dan moral publik, justru tampil seperti organisasi tanpa tulang punggung. Pengawasan internal tampak hanya berfungsi di atas kertas, sementara di lapangan dibiarkan lumpuh total.

Pernyataan Kepala Puskesmas Tambelangan, Bustomi, yang mengaku telah “berkoordinasi dan memanggil yang bersangkutan”, tidak lebih dari prosedur penyelamat wajah. Kalimat normatif semacam ini sudah terlalu sering digunakan untuk meredam amarah publik, bukan untuk menyelesaikan masalah. Tidak ada tenggat, tidak ada transparansi, tidak ada ketegasan.

Lebih ironis lagi, di level Dinas Kesehatan, frasa “masih dalam tahap telaah” kembali dijadikan tameng. Ini adalah bahasa khas birokrasi yang takut bertindak: aman bagi pejabat, kosong bagi keadilan. Ketika etika ASN dilanggar, birokrasi justru memilih memperlambat waktu—seolah berharap kasus ini mati dengan sendirinya.

Sikap ini menegaskan satu kesimpulan pahit: birokrasi lebih sibuk melindungi sistemnya sendiri ketimbang melindungi nilai yang seharusnya dijunjung. Diamnya institusi bukan netral, melainkan keberpihakan. Setiap hari tanpa sanksi adalah bentuk pembiaran, dan setiap pembiaran adalah pengkhianatan terhadap integritas ASN.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada sanksi, tidak ada keputusan, dan tidak ada keberanian. Yang ada hanyalah kemarahan publik dan satu kenyataan telanjang: di Kabupaten Sampang, pelanggaran etika ASN tidak dihancurkan—melainkan dinegosiasikan dengan diam oleh birokrasi yang kehilangan nyali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru