“Berhenti di Dus atau Bongkar Dalang? Publik Tantang Aparat di Kasus Rokok Ilegal”

- Penulis

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN (lenterapost.id) – Kasus rokok tanpa pita cukai yang terungkap dari kecelakaan mobil box di Beruh, Kecamatan Sampang, 14 April 2026, kini memasuki fase yang lebih sensitif. Bukan lagi sekadar tumpukan barang bukti, perkara ini mulai diselimuti penyebutan nama, dugaan keterkaitan, hingga tekanan publik yang kian menguat.

Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) menilai, arus informasi dari masyarakat telah bergerak jauh melampaui tahap awal penyelidikan. Sejumlah merek rokok yang ditemukan dalam muatan kendaraan—seperti Dallil Bold, Just Mild, HUMMER, HMIN, hingga Sultan—mulai dikaitkan secara informal dengan nama-nama tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski belum terverifikasi secara hukum, fenomena ini menandai satu hal penting: publik tidak lagi melihat kasus ini sebagai kecelakaan biasa, melainkan sebagai potongan dari jaringan distribusi yang lebih besar.

“Ini bukan lagi sekadar isu liar. Ketika masyarakat mulai menyebut nama dan merek secara terbuka, aparat tidak boleh hanya diam atau bersembunyi di balik istilah ‘pendalaman’,” tegas Ketua Umum GASI, Achmad Rifa’i.

GASI menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar masih bersifat dugaan. Namun, justru karena itu, pengujian secara hukum menjadi mutlak—bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberikan kejelasan kepada publik.

Di sinilah letak persoalan utama: apakah aparat penegak hukum akan menjadikan informasi ini sebagai pintu masuk penyelidikan yang lebih dalam, atau justru memilih jalur aman dengan membatasi kasus pada barang bukti semata?

Pengalaman di berbagai kasus serupa menunjukkan pola yang berulang: penindakan berhenti pada level bawah—barang, sopir, atau distribusi teknis—sementara dugaan aktor yang lebih besar tak pernah benar-benar disentuh.

“Kalau yang diamankan hanya rokoknya, sementara pemilik dan pengendalinya tidak pernah terungkap, maka publik berhak curiga ada yang tidak beres,” lanjut Rifa’i.

Sorotan juga mengarah pada salah satu merek yang ramai diperbincangkan di masyarakat, yang dalam narasi sosial dikaitkan dengan figur tertentu. Namun GASI mengingatkan, besarnya nama tidak boleh dijadikan dasar penghakiman—dan sebaliknya, juga tidak boleh menjadi tameng dari penyelidikan.

Bagi GASI, perkara ini kini bukan hanya tentang pelanggaran cukai, tetapi juga tentang kredibilitas penegakan hukum itu sendiri.

Apakah aparat akan berani menelusuri hingga ke hulu—ke pemilik merek, produsen, gudang, dan jaringan distribusi?

Atau justru berhenti di hilir, pada tumpukan dus yang mudah diamankan namun jauh dari pusat kendali?

Jika penanganan dinilai stagnan, GASI membuka opsi membawa persoalan ini ke tingkat pengawasan yang lebih tinggi, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai hingga Komisi XI DPR RI.

Pada akhirnya, kasus ini menyisakan satu pertanyaan yang tak bisa dihindari:

Ketika publik sudah bicara, apakah aparat masih akan diam?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru