Dianggap Lemah Justru Bergerak: ULD-PB Sampang Lawan Kerusakan Alam

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG (lenterapost.id)– Di saat kerusakan lingkungan kian terasa nyata—dari pesisir yang terkikis hingga cuaca yang makin tak menentu—harapan justru tumbuh dari tangan-tangan yang selama ini kerap dipandang sebelah mata. ULD-PB Kabupaten Sampang hadir bukan dengan wacana, melainkan aksi: menanam kehidupan di Desa Panyirangan, Kecamatan Pangarengan, Selasa (28/4/2026).

Di tanah yang mulai kehilangan keseimbangannya, bibit-bibit pohon itu ditanam bukan sekadar untuk tumbuh, tetapi untuk menjaga masa depan. Kegiatan ini menegaskan satu hal penting: kepedulian terhadap bumi tak boleh berhenti pada seremoni atau sekadar peringatan tahunan.

Keterlibatan berbagai elemen—pemerintah desa, Linmas, masyarakat, hingga BPBD—menjadi cermin bahwa menjaga alam bukan tugas segelintir orang, melainkan panggilan bersama yang tak bisa ditunda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pj Kepala Desa Panyirangan, ACH Musyafik, mengapresiasi sekaligus mengingatkan bahwa desa tak boleh hanya menjadi penonton saat alam perlahan kehilangan daya tahannya.

“Terima kasih buat teman-teman ULD-PB, ini bukan kegiatan seremonial. Ini peringatan keras bahwa desa harus berdiri di garis depan menjaga alamnya sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tegasnya.

Di tengah proses penanaman, Sekretaris ULD-PB Kabupaten Sampang, Aang Djunaidi, menyampaikan pesan yang lebih dalam—bahwa kepedulian lingkungan tak boleh hadir hanya saat momen tertentu.

“Jangan tunggu Hari Bumi untuk peduli. Kalau hari ini kita diam, besok kita hanya akan mewarisi kerusakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bergerak.

“Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti. Justru dari keterbatasan, kita buktikan bahwa kepedulian itu nyata, bukan sekadar kata. Ini juga menjadi kelanjutan dari gerakan yang telah dimulai di Pantai Camplong,” pungkasnya.

Di akhir kalimat Aang Djunaidi menambahkan jenis bibit pohon yang di tanam.

“Adapun jenis bibit yang kami tanam meliputi pohon cemara, jambu air, durian, dan alpukat. Ini bukan sekadar penanaman, tapi investasi jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan masa depan desa,” Imbuhnya.

Di balik setiap lubang tanah yang digali dan setiap bibit yang ditanam, tersimpan harapan sederhana namun kuat: agar generasi mendatang tak hanya mewarisi cerita tentang kerusakan, tetapi juga merasakan teduhnya pohon-pohon yang hari ini mulai ditumbuhkan.

Sebab pada akhirnya, menjaga bumi bukan soal seberapa besar yang kita lakukan—melainkan seberapa tulus kita memulainya, dan seberapa lama kita mau tetap bertahan menjaganya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru