“Jalan Retak, Narasi Mulus: Skandal Proyek Dana Desa Krampon Mulai Terbuka”

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG( lenterapost.id )– Klaim manis keberhasilan pembangunan jalan rabat beton dari Dana Desa di Desa Krampon, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, kini mulai terkelupas dan memantik amarah warga. Proyek yang sempat dielu-elukan sebagai simbol sukses pembangunan desa itu justru memperlihatkan wajah aslinya: retak, rapuh, dan penuh tanda tanya.

Fakta di lapangan berbicara keras, jauh lebih lantang daripada narasi positif yang sempat diglorifikasi melalui pemberitaan salah satu media daring beberapa waktu lalu. Rabat beton yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 tersebut kini retak memanjang di berbagai titik, meski usia bangunan bahkan belum genap setahun.

Pantauan langsung menunjukkan, rabat beton sepanjang ±250 meter dengan lebar 2,5 meter itu sudah mengalami kerusakan dini. Kondisi ini jelas tidak sebanding dengan anggaran fantastis sekitar Rp244 juta yang dikucurkan dari uang rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menilai, pemberitaan yang mengklaim keberhasilan proyek tersebut terkesan lebih sibuk merias citra ketimbang jujur pada fakta teknis. Keretakan yang kasat mata justru menimbulkan dugaan serius, mulai dari mutu pekerjaan hingga potensi mark up material.

“Kalau memang pekerjaannya benar dan berkualitas, ngapain harus dibungkus dengan pemberitaan sepihak? Faktanya rabat beton sudah retak di banyak titik. Wajar kalau masyarakat curiga ada yang tidak beres,” ujar seorang warga Krampon yang meminta identitasnya dirahasiakan, Kamis (01/01).

Nada serupa juga datang dari warga lainnya. Mereka menilai kualitas bangunan jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan nilai anggaran. Retak dini dianggap sebagai alarm keras adanya dugaan penggunaan material di bawah standar, baik dari sisi komposisi, volume, maupun metode pengerjaan.

Sorotan tajam turut dilontarkan pemerhati kebijakan publik Madura, Agus Sugito. Ia menilai Pemerintah Desa Krampon lebih memilih bermain di panggung pencitraan ketimbang membuka ruang evaluasi yang jujur dan transparan.

“Saat kritik berbasis fakta lapangan muncul, yang dilakukan justru membangun narasi positif lewat media. Pola semacam ini sangat rawan dipersepsikan sebagai upaya menutupi dugaan mark up, bukan menyelesaikan masalah substansial,” tegas Agus.

Ia menambahkan, dalam tata kelola Dana Desa, kritik adalah kebutuhan, bukan ancaman. Menurutnya, bangunan baru yang sudah retak merupakan indikasi kuat bahwa spesifikasi teknis dan komposisi material patut dipertanyakan.

Lebih jauh, Agus menilai menggandeng media untuk membentuk opini positif tanpa disertai klarifikasi teknis, audit mutu, serta keterbukaan dokumen RAB, justru berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintah desa.

Ironisnya, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Desa Krampon memilih bungkam. Tidak ada penjelasan teknis resmi terkait penyebab keretakan, apalagi bantahan terbuka atas dugaan mark up material. Sikap diam ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa persoalan lebih diarahkan pada pengelolaan citra, bukan penyelesaian masalah.

Kini, masyarakat mendesak agar audit teknis dan audit anggaran dilakukan secara terbuka dan independen. Mereka menuntut kepastian bahwa setiap rupiah Dana Desa benar-benar diwujudkan dalam infrastruktur berkualitas, bukan sekadar dipoles lewat narasi media demi menutupi kebobrokan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru