MBG di MTsN 1 Sampang Diduga Tak Layak Konsumsi, Rujak Membusuk Ancam Kesehatan Siswa

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG – Program Makan Bergizi (MBG) yang disalurkan kepada siswa MTsN 1 Sampang menuai kritik tajam. Temuan di lapangan menunjukkan adanya menu yang diduga tidak layak konsumsi, sehingga memicu kekhawatiran serius terkait standar pengawasan dan kualitas distribusi makanan. Selasa (17/2/2026).

Program strategis yang menjadi bagian dari visi Presiden RI, Prabowo Subianto, tersebut sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi dan protein bagi generasi muda. Namun pelaksanaan di lapangan dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar keamanan pangan yang seharusnya dijaga secara ketat.

Berdasarkan hasil pantauan pada Sabtu (14/2/2026), menu rujak manis yang disalurkan untuk konsumsi hari Senin ditemukan dalam kondisi memprihatinkan. Dalam satu kemasan, rujak tersebut berisi bengkuang tiga iris, kedondong empat iris, kates (pepaya) lima iris tipis, tahu enam iris, jambu empat iris, mangga empat iris, serta timun krai enam iris tipis. Ironisnya, timun krai yang disertakan dilaporkan dalam kondisi agak membusuk, tampak menguning dan mulai lembek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain persoalan kualitas, buah yang telah dikupas dan dikemas tanpa standar pengemasan higienis dinilai sangat rentan terkontaminasi bakteri apabila tidak disimpan dan didistribusikan sesuai prosedur keamanan pangan. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi siswa yang mengonsumsinya.

Tim Investigasi Media ini yang melakukan pengecekan langsung menyampaikan keprihatinannya.

“Kami menemukan irisan timun krai yang tidak lagi segar, bahkan ada indikasi pembusukan. Buah yang sudah dikupas tanpa pengemasan higienis juga sangat rentan terpapar bakteri. Ini menyangkut kesehatan siswa, jadi tidak bisa dianggap sepele,” ujarnya.

Keluhan juga datang dari Wirno selaku wakil murid yang anaknya terdampak langsung setelah mengonsumsi menu tersebut.

“Gara-gara rujak manis tersebut anak saya jadi sakit perut, mas. Ini bukan menambah gizi pada anak, tapi bikin penyakit,” keluh Wirno dengan nada kecewa.

Menurut tim investigasi, lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun instansi teknis seperti Badan Gizi Nasional patut menjadi perhatian serius. Jika kondisi ini terus berulang, tujuan besar program untuk mencetak generasi sehat dan berdaya saing dikhawatirkan sulit tercapai.

“Jangan sampai cita-cita mulia Presiden dirusak oleh oknum penyedia atau SPPG yang tidak bertanggung jawab. Program ini harus dijaga kualitasnya, bukan sekadar menggugurkan kewajiban distribusi,” tegasnya.

Masyarakat pun berharap adanya evaluasi menyeluruh, peningkatan standar kontrol kualitas, serta tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti lalai. Sebab, program yang menyasar kesehatan dan masa depan anak-anak tidak boleh dikompromikan oleh kelalaian teknis maupun pengawasan yang lemah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lenterapost.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang
Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama
Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi
Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan
Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP
Ungkap Kasus Pencurian Toko Emas “Jakarta”: Satreskrim Polres Pamekasan Gulung Jaringan Copet Lintas Provinsi
Momen Bersejarah! 12 Advokat PERSADIN Resmi Disumpah, Siap Bela Hak dan Keadilan Masyarakat
Dunia Pendidikan Pamekasan Memanas, Dugaan Penyekapan Siswa Asrama di SMK Kesehatan Nusantara Jadi Sorotan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 05:49 WIB

Delapan Kali WTP, Satu Polemik yang Terus Membayangi Pemkab Sampang

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:58 WIB

Idul Adha Menyala di Ambat: IWO PD Pamekasan Bakar Sate Qurban, Soliditas Terbakar Bersama

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:52 WIB

Travel Umrah Murah indikasi Tipu Jamaah Asal Pamekasan, Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Akhirnya Dibekuk Polisi

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:23 WIB

Senam Anak Indonesia Hebat SDN Duko Timur 1 Sukses Meriahkan Senam Akbar di Stadion Pamekasan

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:48 WIB

Tabrak Lari di Jalur Pamekasan-Sumenep, Satu Orang Meninggal Dunia di TKP

Berita Terbaru