SAMPANG (lenterapost.id) – Penyaluran Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Banyukapah kembali memantik badai kritik. Paket yang dibagikan pada Senin (23/2) diduga jauh panggang dari api dibanding standar anggaran yang semestinya diterima siswa.
Belum genap sepekan dari polemik sebelumnya, persoalan serupa kembali mencuat dan memicu amarah publik. Sejumlah aktivis di Sampang menilai kualitas maupun kuantitas paket MBG kali ini makin sulit dicerna akal sehat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket jatah tiga hari itu hanya berisi satu bungkus klip serundeng, tiga butir telur ayam, satu buah jeruk, kacang kupas, empat butir kurma, serta dua ubi jalar/ketela. Nilai ekonominya ditaksir hanya berkisar Rp14.000—angka yang dinilai jomplang dengan alokasi anggaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang aktivis Sampang yang meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut. Ia memastikan laporan resmi segera dilayangkan ke Mapolres Sampang.
“Kami akan laporkan ke APH agar hak penerima manfaat tidak dipereteli. Program ini jangan sampai jadi bancakan oknum,” tegasnya (23-2-2026).
Menurutnya, polemik MBG di wilayah tersebut sudah menunjukkan pola berulang, bukan lagi insiden sesaat. Ia menduga kuat ada unsur kesengajaan yang perlu diusut tuntas.
“Jangan anggap ini kelalaian kecil. Ini menyangkut hak gizi siswa. Kalau pola seperti ini terus muncul, patut diduga ada permainan. SPPG nakal harus ditindak tegas,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Banyukapah belum memberikan klarifikasi resmi atas sorotan keras tersebut.













