SAMPANG (lenterapost.id) – Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, berlangsung dengan semangat luar biasa. Meski diguyur hujan deras hingga air menggenang di lokasi kegiatan, antusiasme warga justru semakin menguat dan tak sedikit pun surut, Kamis (01/01/2026).
Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir selatan Kabupaten Sampang tersebut sama sekali tidak menyurutkan tekad masyarakat Desa Marparan. Sejak pagi hari, warga tampak hadir, bertahan, dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pembentukan Destana, mulai dari sosialisasi kebencanaan, pemetaan risiko, hingga penguatan kapasitas relawan desa dalam menghadapi potensi bencana.
Genangan air yang mengitari lokasi kegiatan menjadi bukti nyata bahwa Desa Marparan berada pada wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Kondisi ini justru dijadikan pembelajaran langsung bagi masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan respon cepat saat bencana terjadi. Destana tidak lagi sekadar konsep di atas kertas, melainkan kebutuhan mendesak yang dirasakan langsung oleh warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, ST., MT., menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat dan partisipasi aktif masyarakat Desa Marparan.
“Hujan deras dan genangan air ini justru menjadi bukti nyata bahwa pembentukan Destana di Desa Marparan sangat relevan dan mendesak. Kami sangat mengapresiasi warga yang tetap hadir dan terlibat aktif. Ini menunjukkan kesadaran kolektif bahwa urusan kebencanaan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tegas Fajar.
Ia menegaskan, Destana merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian desa dalam mengenali ancaman, mengurangi risiko, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan penanganan awal secara cepat, tepat, dan terorganisir.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) Aang Djunaidi, ST., MT., yang terlibat langsung dalam proses pembentukan Destana. Ia mengaku kagum dan terinspirasi melihat kegigihan warga yang tetap bertahan di tengah hujan deras.
“Saya melihat semangat luar biasa dari warga Marparan. Hujan, genangan air, bahkan kondisi tidak nyaman sama sekali tidak menghalangi mereka untuk belajar dan bersiap menghadapi bencana. Antusiasme ini adalah modal utama dalam membangun desa yang benar-benar tangguh bencana,” ujar Aang penuh semangat.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan Destana. Tanpa kesadaran dan kemauan warga, upaya mitigasi bencana tidak akan berjalan optimal.
Dengan terbentuknya Destana Desa Marparan, BPBD Kabupaten Sampang berharap masyarakat semakin sigap, tangguh, dan berdaya dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya banjir dan dampak cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Kecamatan Sreseh.
Pembentukan Destana ini menjadi cerminan kuat semangat gotong royong dan kepedulian warga Desa Marparan dalam membangun ketangguhan desa—bahkan ketika hujan deras dan genangan air mengiringi setiap langkah perjuangan mereka.













